
‘’Dalam album dan lagu Bung Karno Bung Hatta, saya ingin mengingatkan
kembali semangat perjuangan Bung Karno. Banyak generasi muda kita yang tidak
tahu akan hal itu. Sementara perjuangan yang ada saat ini sangat bertolak
belakang dengan perjuangan Bung Karno. Jika dulu memang benar berjuang demi
bangsa, tapi saat ini perjuangan yang ada cenderung mementingkan kepentingan
pribadi,’’ papar pria dengan nama lahir I Made Loka Asmara kepada
DenPost belum lama ini.
Pegawai di Fakultas Teknik Unud ini pun membantah jika penggarapan album
barunya terkait dengan momentum pilkada yang sedang hangat dibicarakan orang.
‘’Lagu ini saya buat murni untuk tujuan mengingat kembali semangat
nasionalisme dan tak ada hubungannya dengan partai politik,’’
tegas pelantun Pekak Tua ABG ini.
De Loka sebelumnya banyak merilis album lewat Kaplug Dadi Record. Tetapi
dua tahun terakhir dia istirahat dengan kesibukan lain yang digeluti. Justru
saat pasaran musik pop Bali sedang lesu, De Loka membuat rumah produksi
sendiri, yang diberi nama Megawati Production. ‘’Ini saya lakukan
karena masih banyak penggemar yang bertanya kapan saya akan bikin album,’’
terangnya.
Album baru De Loka juga didukung tiga penyanyi lain, yakni Sueca, De Mangku
dan De Nesi. Mang Adi dari Kaplug Dadi masih dilibatkan dalam urusan aransemen.
Kritik sosial juga terekam dalam lagu baru De Loka yang diberi judul De
Ngorang-ngorang, yang mengisahkan kekayaan seorang pemuda berasal dari orang
tua yang korupsi. Maka untuk menarik perhatian cewek, dia merahasiakan hal
itu. Dia juga menciptakan judul Ngemasin Buduh, yang mengkritik tabiat anak
muda yang tak mau tahu kesusahan orang tua. (tap)
![]() |
|
|
DenPost, Selasa, 19 Agustus 2008 |
SENI & BUDAYA
Media Cetak Media Elektronik
www.denpost.net home page-nya koran DenPost
|
|