BERITA KOTA

SMAN 7 Denpasar ‘’Tangkil’’
ke Pura Agung Semeru

Kereneng, DenPost
Sudah menjadi tradisi tahunan di SMAN 7 Denpasar, siswa, dewan guru beserta staf pegawai sekolah, mengadakan tirtayatra. Tahun ini tirtayatra dilaksanakan dengan melakukan persembahyangan ke Pura Agung Semeru, Lumajang, Jatim. Bertepatan dengan purnama Sasih Karo, keluarga besar SMAN 7 Denpasar tangkil ke pura kahyangan jagat terbesar di luar Bali tersebut.

Rombongan dipimpin Drs. Dewa Nyoman Bagus, selaku ketua panitia kegiatan. Mereka berangkat Sabtu (16/8) pagi lalu dan kembali esok harinya. Selain melaksanakan persembahyangan di Pura Agung Semeru, rombongan juga melakukan persembahyangan di sejumlah pura di Jatim, seperti di Pura Blambangan dan Pura Alas Purwo.
Menurut Dewa Nyoman Bagus, kegiatan tirtayatra itu merupakan salah satu program rutin keluarga besar SMAN 7 Denpasar yang mana tahun ini diikuti siswa kelas II. ‘’Tiap tahun, kami melaksanakan tirtayatra ke sejumlah kahyangan jagat di Bali, termasuk sejumlah pura kahyangan jagat di luar Bali. Tangkil ke Pura Agung Semeru, sudah direncanakan cukup lama dan siswa yang ikut kegiatan ini tak kami paksa dan mendapat persetujuan orangtua,’’ tegasnya.

Dihubungi terpisah, Kepala SMAN 7 Denpasar, Gusti Ngurah Tantra, S.Pd., mengungkapkan, perjalanan suci itu, selain untuk mendekatkan diri dengan Ida Hyang Widhi, sekaligus menjalin kebersamaan antarkelurga besar sekolah. Gusti Ngurah Tantra menambahkan, perjalanan religius itu sekaligus dimanfaatkan sebagai momen berharga untuk penyucian diri menyambut hari raya Galungan dan Kuningan. ‘’Bersyukur perjalanan tirtayatra kami dari saat berangkat sampai kembali ke sekolah selamat dalam perjalanan,’’ ungkapnya.

Lebih jauh menurut Tantra, hanya dengan kebersamaan keiinginan memberikan yang terbaik untuk sekolah akan terwujud dan mampu menjawab fenomena sosial yang terjadi. Guru matematika senior ini menilai, dengan mengajak siswa melakukan persembahyangan, merupakan salah satu upaya meredam emosi sehingga memiliki pribadi yang tenang, terutama jika menghadapi persoalan terutama masalah sosial. Dimana, kata dia, mental remaja sekarang banyak yang rapuh. Belum apa-apa sudah putus asa. Tragisnya lagi nekat bunuh diri. ‘’Makanya dengan mengajak mereka mendekatkan diri dengan Ida Hyang Widhi, kami berharap mampu memupuk pribadi mereka biar tenang dan siap menghadapi persoalan,’’ ungkapnya.

Gusti Ngurah Tantra mengaku bersyukur, SMAN 7 Denpasar sampai kini tetap mewarisi tradisi, setiap siswa yang beragama Hindu sembahyangan ke padmasana sekolah sebelum dan setelah pelajaran berakhir. (pus/*)

 

 

DenPost, Selasa, 19 Agustus 2008

 

KRIMINAL

BERITA KOTA

BADUNG

METRO BALI

CITRA BALI

OLAHRAGA

SENI & BUDAYA

NURANI

NUSA

 


Media Cetak

Bali Post

Bisnis Bali

Tokoh

Bali Travel News


Media Elektronik

Radio Kinijani

Radio Genta

Bali TV


index